pertentangan
Untuk yang kesekian kalinya, pertentangan antara keinginan diri, kebutuhan lingkungan, dan kepatuhan. Ini yang selalu membuatku menangis dalam hati. Aku selalu berusaha untuk patuh atas segala sesuatu y
ang telah ditetapkan sejak dini. Bahkan selalu berusaha mencapai target yang diinginkan walaupun akhirnya tidak maksimal, karena aku tahu kemampuanku memang tidak bisa dipaksa secepat dan sekuat yang diinginkan. Tapi aku telah berusaha untuk selalu melaksanaknnya dengan baik. Baik sikap, perilaku, bahkan pendidikan. Aku dididik untuk tetap berada didalam lingkungan ini yang sama terus menerus. Yang hampir selalu membatasi gerak langkahku. Karena itu aku ingin keluar, membebaskan diri menginjak dewasa ini. Aku merasa terkungkung dan terkekang saat ini. Dari ini dididik untuk menetap jadi apa salah jika aku ingin dan menuntut kebebasan untuk keluar dari kurungan ini? Aku ingin menjelajah dunia luar yang lebih menantang. Walaupun aku tahu resikonya pun akan lebih berat, aku sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tapi salahkah itu jika memang untuk maju. Tapi kenapa saja jika aku ingin mengambil langkah untuk mulai maju, selalu dianggap salah, entah aku tak berbakti, entah aku tak berperasaan, entah aku tak peduli, bahkan dibilang semakin dewasa tapi pikirannya masih egois dan memikirkan diri sendiri. Aku benar-benar bingung, aku menjadi stagnan disini ditempat ini. Okeh, aku memang masih bergantung pada mereka. Karena itu aku mau mulai belajar untuk mengurus diriku sendiri, tapi selalu saja dianggap bahwa aku kekanakan. Sebenarnya mana yang salah? Aku benar-benar ingin lepas dari bayang-bayang mereka. Aku berusaha tak menggantungkan diri lagi. Tapi seolah tak diperbolehkan, dan apapun yang kulakukan jadi serba salah. Apa memangaku tak boleh memilih jalanku sendiri? Apa aku tak boleh mencapai keinginanku? Aku memang yang tertua karena itu aku merasa aku harus mulai bisa hidup tanpa bantuan mereka. Karena itu setelah semua selesai aku benar-benar ingin melepas dan pergi keluar, untuk membuktikkan bahwa aku juga bisa menjadi penopang. Tapi seolah aku ditahan dan tak boleh kemana-mana. Aku benar-benar sakit. Terkadang aku hanya bisa menangis sendirian atas komentar mereka. Aku tahu mereka menginginkan yang terbaik buat aku. Tapi apa salah aku mengatakan pendapat dan keinginanku. Tapi seolah apa yang kukatakan tidak berarti. Seakan apa yang kukerjakan sampai saat ini tak pernah dihargai. Mereka ingin aku lebih baik dan lebih baik dengan jalan seperti yang mereka tempuh. Seakan semua telah ditentukan untukku.
Disudut hatiku aku benar-benar ingin berteriak dan mengatakan apa saja yang selama ini telah terpendam disini. Yang telah lama berusaha kusimpan karena aku menghormati dan menghargainya. Aku benar-benar tersiksa dengan keadaan ini,..
Dalam hati aku pun memiliki cita dan keinginan yang telah lama ingin kucapai selagi aku masih bisa dan sendiri.. Aku sudah tak tahu lagi.. Aku hanya bisa pasrah..
Aku merasa home sweet home tempat dimana aku bisa beristirahat dan berkumpul dengan segala kenangan dan kebersamaan...
Tapi bagiku saat ini rumah adalah sangkar yang hanya bisa dibuka dengan seizin pemiliknya..

*i'm crying alone*
ang telah ditetapkan sejak dini. Bahkan selalu berusaha mencapai target yang diinginkan walaupun akhirnya tidak maksimal, karena aku tahu kemampuanku memang tidak bisa dipaksa secepat dan sekuat yang diinginkan. Tapi aku telah berusaha untuk selalu melaksanaknnya dengan baik. Baik sikap, perilaku, bahkan pendidikan. Aku dididik untuk tetap berada didalam lingkungan ini yang sama terus menerus. Yang hampir selalu membatasi gerak langkahku. Karena itu aku ingin keluar, membebaskan diri menginjak dewasa ini. Aku merasa terkungkung dan terkekang saat ini. Dari ini dididik untuk menetap jadi apa salah jika aku ingin dan menuntut kebebasan untuk keluar dari kurungan ini? Aku ingin menjelajah dunia luar yang lebih menantang. Walaupun aku tahu resikonya pun akan lebih berat, aku sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tapi salahkah itu jika memang untuk maju. Tapi kenapa saja jika aku ingin mengambil langkah untuk mulai maju, selalu dianggap salah, entah aku tak berbakti, entah aku tak berperasaan, entah aku tak peduli, bahkan dibilang semakin dewasa tapi pikirannya masih egois dan memikirkan diri sendiri. Aku benar-benar bingung, aku menjadi stagnan disini ditempat ini. Okeh, aku memang masih bergantung pada mereka. Karena itu aku mau mulai belajar untuk mengurus diriku sendiri, tapi selalu saja dianggap bahwa aku kekanakan. Sebenarnya mana yang salah? Aku benar-benar ingin lepas dari bayang-bayang mereka. Aku berusaha tak menggantungkan diri lagi. Tapi seolah tak diperbolehkan, dan apapun yang kulakukan jadi serba salah. Apa memangaku tak boleh memilih jalanku sendiri? Apa aku tak boleh mencapai keinginanku? Aku memang yang tertua karena itu aku merasa aku harus mulai bisa hidup tanpa bantuan mereka. Karena itu setelah semua selesai aku benar-benar ingin melepas dan pergi keluar, untuk membuktikkan bahwa aku juga bisa menjadi penopang. Tapi seolah aku ditahan dan tak boleh kemana-mana. Aku benar-benar sakit. Terkadang aku hanya bisa menangis sendirian atas komentar mereka. Aku tahu mereka menginginkan yang terbaik buat aku. Tapi apa salah aku mengatakan pendapat dan keinginanku. Tapi seolah apa yang kukatakan tidak berarti. Seakan apa yang kukerjakan sampai saat ini tak pernah dihargai. Mereka ingin aku lebih baik dan lebih baik dengan jalan seperti yang mereka tempuh. Seakan semua telah ditentukan untukku.Disudut hatiku aku benar-benar ingin berteriak dan mengatakan apa saja yang selama ini telah terpendam disini. Yang telah lama berusaha kusimpan karena aku menghormati dan menghargainya. Aku benar-benar tersiksa dengan keadaan ini,..
Dalam hati aku pun memiliki cita dan keinginan yang telah lama ingin kucapai selagi aku masih bisa dan sendiri.. Aku sudah tak tahu lagi.. Aku hanya bisa pasrah..
Aku merasa home sweet home tempat dimana aku bisa beristirahat dan berkumpul dengan segala kenangan dan kebersamaan...
Tapi bagiku saat ini rumah adalah sangkar yang hanya bisa dibuka dengan seizin pemiliknya..

*i'm crying alone*

hidup itu sebuah perjalanan...dan ketika kamu bisa melaluinya...insyaAllah kamu bisa saja tersenyum mengingat masa2 ini...karena kamu pasti akan mendapat hikmah dari semua ini...bersabarlah...
BalasHapusko ilang dari peredaran nduk?
BalasHapus